Aplikasi My Blue Bird, Menambah Lini Serang Blue Bird di Era Perang Transportasi Online

Sudah tidak bisa dipungkiri, bisnis transportasi dengan bantuan layanan panggil melalui aplikasi mobile, kini semakin menjamur. Ada beberapa pemain baru yang dalam waktu singkat, dengan gelontoran modal besar dari investor, tiba-tiba menjadi pemain besar. Juga ada pemain-pemain kecil, yang kini masih dalam bentuk startup, mulai menjajaki bisnis ini. Tidak usah lah saya menyebut nama. Hehehe…

Lalu Blue Bird (kali ini saya sebut nama, karena saya memang ingin membahas ini), yang sudah puluhan tahun malang melintang di dunia transportasi darat Indonesia. Berbagai wilayah sudah menjadi wilayah kekuasaan Blue Bird. Jakarta, Bali, dan juga Lombok. Di Lombok sendiri, Blue Bird merupakan perusahaan taksi dengan armada terbanyak.

Aplikasi My Blue Bird

Beberapa waktu lalu, Blue Bird meluncurkan aplikasi My Blue Bird di Lombok. Saya berkesempatan hadir di acara tersebut, dan menjajal aplikasi tersebut langsung di handphone saya.

Kesan pertama: Keren. Simple. Ya, aplikasi My Blue Bird ini menurut saya memiliki desain interface yang cukup keren. Keren karena sederhana dan tidak ribet. Fungsi utamanya jelas: untuk memudahkan melakukan panggilan taksi Blue Bird. Dengan beberapa sentuhan, taksi siap meluncur ke lokasi penjemputan.

Setelah melakukan panggilan taksi, kita akan dengan mudah mengetahui secara real time, titik lokasi taksi. Ini tentunya memudahkan pelanggan untuk memperkirakan berapa lama lagi taksi tersebut tiba di tempat penjemputan. Dilengkapi dengan fitur peta online, tidak ada lagi cerita taksi yang telat tiba karena nyasar cari alamat. Apabila taksi tak kunjung datang, pengguna bisa langsung menghubungi supir yang bertugas, karena data supir yang bertugas bisa langsung terlihat oleh pengguna ketika melakukan pemesanan. Tidak perlu lagi menghubungi call center. Sangat menarik, kan?

Selain itu, dengan aplikasi My Blue Bird ini pula, kita dapat mengetahui dengan mudah estimasi biaya perjalanan. Tentunya ini sangat membantu kita supaya tidak mikir, “duh, kalau naik taksi ini kira-kira uang saya cukup, gak, ya?”.

Oke-oke. Tapi, hampir semua fitur-fitur itu sebenarnya juga ada di aplikasi layanan transportasi sebelah. Jadi, sama saja. Tapi ada yang berbeda, yaitu sistem keamanan dan kerahasiaan data pengguna. Nah, ini yang tidak dimiliki oleh aplikasi lainnya.

Sejauh ini, dari apa yang saya lihat, Blue Bird masih tetap menjadi pilihan utama untuk jasa transportasi darat. Saya punya beberapa alasan berpendapat seperti itu. Berikut ini alasan-alasannya:

Blue Bird memiliki pengalaman dan armada terbanyak.

Sudah puluhan tahun Blue Bird menjalankan bisnis transportasi darat, sehingga pengalaman dan sistem yang terbangun pastilah sudah teruji oleh waktu, dalam memberikan layanan terbaik. Dalam kurun waktu tersebut, Blue Bird juga menjadi perusahaan taksi dengan armada terbanyak, termasuk di Lombok. Jadi, tidak pernah kuatir tidak ada taksi. Di hari libur sekali pun.

Blue Bird memiliki standar pelayanan untuk driver-drivernya.

Sistem rekrutmen driver yang ketat dari Blue Bird, menjadikan driver-driver adalah orang-orang pilihan dalam pelayanan ini. Tidak heran, supir-supir Blue Bird selalu enak diajak ngobrol saat perjalanan. Senyum, salam, sapa, dan terima kasih, tampaknya menjadi standar yang diterapkan pada supir-supirnya.

Kendaraan yang terawat dan terstandarisasi.

Nah, ini juga bisa menjadi keunggulan Blue Bird, sehingga layak menjadi pilihan utama. Kendaraan yang terawat, terjaga standarnya (termasuk bentuk, warna, kondisi, perawatan, dl), membuat pengguna nyaman. Hal ini karena armada tersebut dimiliki oleh Blue Bird sendiri. Sementara, dibandingkan jasa transportasi lainnya, sistem kepemilikan armada bukan oleh perusahaan melainkan oleh mitra (supir/ojek), sehingga standar kualitas kendaraannya berbeda.

Nah, saya rasa itu dulu tulisan mengenai Blue Bird dan aplikasi My Blue Bird ini. Kesimpulannya, menurut saya Blue Bird dengan segala kualitas, armada, dan standar sistem yang dimilikinya, sangat layak menempati posisi pertama dalam bisnis jasa transportasi darat di Indonesia. Dengan kehadiran aplikasi My Blue Bird ini, Blue Bird semakin menambah kemudahan bagi pengguna dalam mengakses layanan yang ditawarkan dari Blue Bird.

Bekerja online dan mengelola website. Sekarang tinggal sambil berwisata di Pulau Lombok.

No Comments

Leave a Comment