high cpu usage

Cara Efektif Mengurangi CPU Usage Hosting WordPress

Blogger dan web master (pemilik website) sering kali dipusingkan dengan masalah CPU usage yang tinggi di web hosting yang digunakan. CPU usage yang terlalu tinggi bisa mengakibatkan website sulit diakses dan sulit terbuka. Tanda-tandanya, seperti respon upload/download yang berat dari website-website tersebut, yang berujung pada error 500, yaitu pesan error akibat terjadi kesalahan pada server.

high cpu usage

Penyebab terjadinya CPU usage yang tinggi bisa bermacam-macam, antara lain:

  • adanya traffic kunjungan yang tinggi dan berulang-ulang pada website,
  • kesalahan pada struktur kode program website,
  • tabel database yang tidak dioptimasi,
  • bot, seperti bot spam, spider robot (crawler) dari mesin pencari, dll.

Bagaimana caranya mengatasi masalah CPU usage yang terlalu tinggi pada webhosting?

Beberapa cara berikut ini mungkin bisa sangat membantu dalam mengatasi masalah CPU usage yang terlalu tinggi, pada hosting situs WordPress Anda.

Plugin Cache.

Pertama adalah cache. Pastikan situs WordPress Anda memiliki plugin cache ini. Cache ini membantu mengurangi request ke database, sehingga akan sangat mengurangi penggunaan CPU dan memori. Efek sampingnya, akan makan banyak diskspace.

Plugin cache yang bisa saya rekomendasikan, antara lain:

W3Total Cache.

Plugin ini sangat powerful dan banyak direkomendasikan oleh banyak webmaster. Alasannya karena fiturnya lengkap, seperti DB Cache, Browser Cache, Minify, GZip Compression, dll. Sangat cocok pula jika Anda berlangganan CDN (Content Delivery Network) untuk menghandle static file di website Anda.

WP Super Cache.

Sama halnya dengan W3Total Cache, WP Super Cache juga banyak direkomendasikan. Fitur yang dimiliki mungkin tidak sebanyak W3Total Cache, tapi proses set up-nya lebih mudah dan sederhana. Sangat cocok bagi Anda yang butuh cache cepat dan tidak ribet.

Hyper Cache.

Hyper Cache merupakan plugin cache favorit saya, karena set up yang cukup mudah, dan website yang super cepat dan ringan. Bahkan menurut saya, website-website saya yang menggunakan Hyper Cache, jadi lebih ringan dan terbuka lebih cepat, ketimbang menggunakan W3Total Cache ataupun WP Super Cache. Meski saya tahu, hal ini sangat relatif, tergantung banyak hal lainnya dari website Anda.

Selain 3 plugin cache di atas, masih banyak plugin cache lainnya yang bisa Anda coba. Hasilnya (kecepatan website dan efisiensi penggunaan CPU) bisa sangat bervariasi.

Optimasi database.

Faktor lainnya yang menyebabkan tingginya penggunaan CPU, adalah database yang tidak teroptimasi. Akibatnya, sering terjadi hambatan ketika server memproses permintaan data.

Mengoptimasi database (MySQL) cukup mudah, yaitu dengan langkah-langkah berikut ini:

  1. Login ke control panel web hosting Anda.
  2. Masuk ke PHPMyAdmin, atau klik ikon PHPMyAdmin, untuk mengatur database Anda.
  3. Setelah masuk ke halaman PHPMyAdmin, pilih database yang akan dioptimasi.
  4. Centang semua tabel, lalu pilih Optimize Tables.

Lakukan secara rutin, terutama saat website mulai terasa lambat.

Optimasi Installasi WordPress

Cara selanjutnya agar CPU usage bisa turun dan berkurang, adalah dengan memeriksa kembali instalasi WordPress Anda. Beberapa tips berikut ini mungkin bisa sangat membantu:

  1. Upgrade WordPress ke versi terbaru.
    Selalu pastikan versi WordPress yang Anda gunakan adalah versi terbaru, karena dalam tiap update versi WordPress, terdapat tambalan di sana sini terkait kebocoran dan keamanan versi sebelumnya.
  2. Upgrade plugin dan themes ke versi yang terbaru.
    Selain instalasi WordPress, pastikan pula plugin-plugin dan themes yang Anda gunakan merupakan versi terbaru. Pengembang biasanya akan secara berkala mengupdate plugin dan themes hasil karyanya, baik untuk penambahan fitur, perbaikan dari versi sebelumnya, mengikuti versi WordPress terbaru, maupun untuk menambal celah keamanan.
  3. Kurangi penggunaan plugins yang tidak perlu.
    Aneka plugins sangat membantu dalam menambah fitur website, atau untuk menjadi tools-tools bantuan tertentu. Penggunaan plugins-plugin tersebut, mau tidak mau juga akan membebani server, dan mungkin pula berperan pada meningkatnya CPU usage. Untuk itu, gunakan plugin seperlunya saja, dan uninstall plugin yang tidak diperlukan.
  4. Atur Frekuensi WP Cron.
    WP Cron yang dieksekusi pada file wp-cron.php bekerja setiap kali sebuah situs mendapatkan kunjungan. Cara ini tentunya dapat sangat membebani server, terutama pada situs yang memiliki kunjungan yang tinggi. Karenanya, frekuensi kerja wp-cron.php ini harus diatur. Cara mengaturnya dapat Anda baca pada tulisan: Tutorial Cara Mengatur WP Cron.

Atur Frekuensi Akses Robot Mesin Pencari

Robot mesin pencari juga bisa menjadi faktor penyebab tingginya CPU usage. Robot mesin pencari ini secara rutin mengcrawl dan mengindex halaman website, agar datanya bisa ditemukan di mesin pencari. Namun, rutinnya bot mendatangi website juga dapat membebani kerja server.

Nah, untuk mengurangi beban server akibat kunjungan bot tersebut, frekuensi kunjungan bot ke mesin pencari juga mesti diatur. Cara mengaturnya cukup mudah, yaitu dengan cara-cara berikut ini:

  1. Pastikan situs Anda sudah terdaftar dan terverifikasi di Google Webmasters.
  2. Login ke Google Webmasters, lalu pilih situs yang akan diatur,
  3. Pilih pengaturan (ikon gear) >> Site Settings
  4. Atur Crawl Rate, pilih “Limit Google’s maximum crawl rate”, dan arahkan bar ke arah “Low”. Semakin mendekati “Low”, maka frekuensi kunjungan robot Google akan semakin jarang. Begitu pun sebaliknya, semakin mendekati “High”, maka frekuensi kunjungan robot Google juga semakin sering.
  5. Klik “Save” untuk menyimpan perubahan.

mengurangi cpu usage hosting wordpress

Selain lewat Google Webmasters, pengaturan frekuensi robot mesin pencari juga bisa diatur lewat Bing Webmasters. Klik di sini untuk melakukan pendaftaran situs di Bing Webmasters.

Cara Lainnya

Gunakan CDN

CDN atau Content Delivery Network adalah layanan penyimpanan file-file statis website di luar server. Dengan CDN, akses file statis seperti gambar-gambar, file CSS, Javascript, dll., diambil dari luar server, sehingga dapat mengurangi beban server.

Tingkatkan spek webhosting.

Nah, apabila cara-cara yang sudah dibahas sebelumnya tidak berhasil mengurangi CPU usage, mungkin karena memang server yang Anda gunakan tidak cukup mampu menangani beban situs. Saatnya naik kelas, dan meningkatkan spesifikasi hosting.

Apabila Anda sebelumnya menggunakan shared hosting, mungkin sudah waktunya beralih ke Dedicated Server, atau VPS. Walaupun harga sewanya lebih mahal, tapi dedicated server dan VPS menawarkan kemampuan server yang lebih tinggi.

Tiap-tiap penyedia layanan webhosting profesional biasanya juga menawarkan penyewaan dedicated server maupun VPS. Silakan tanyakan langsung ke penyedia layanan webhosting yang Anda gunakan. Beberapa layanan dedicated hosting yang bisa Anda gunakan, misalnya:

  1. WebFaction. Harga relatif murah, layanan customer servicenya sangat cepat. Memberikan garansi 60 hari uang kembali.
  2. DigitalOcean: Harga relatif murah, dan banyak dipakai oleh situs-situs besar.
  3. HostGator: Harga mahal, tapi sangat populer. Selain itu, sering memberikan promo diskon. Bisa bayar bulanan, pula!
    Ssst… Dapatkan DISKON 25% sewa hosting di HostGator.com, dengan memasukkan kode kupon: pamankecil saat pendaftaran.

Selamat mencoba tips dan trik di atas. Semoga masalah CPU usage di web hosting Anda bisa segera teratasi. 🙂

Bekerja online dan mengelola website. Sekarang tinggal sambil berwisata di Pulau Lombok.

4 Comments

  • Daeng Ipul January 3, 2017 at 8:33 am

    terima kasih paman, tipsnya sangat membantu
    kebetulan blog saya suka tinggi cpu usage-nya

    Reply
  • Freethinker February 19, 2017 at 9:27 pm

    Apakah mendisable cron job katanya bisa mengurangi beban server. Tapi apakah hal ini akan berpengaruh terhadap SEO?

    Reply
    • Mustamar Natsir March 20, 2017 at 1:14 am

      cron job adalah sistem pengaturan jadwal eksekusi script/program di web hosting. Kalau didisable, tentunya bisa mengurangi beban server. Mengenai pengaturan terhadap SEO, tergantung jenis script/program apa yang dijalankan/didisable.

      Reply

Leave a Comment