batman v superman review 1

Film Batman v Superman Jelek? Ini Review Saya

Di tengah derasnya review dan kritik negatif pada film Batman v Superman ‘Dawn of Justice‘, saya mungkin salah satu dari sedikit yang memiliki pendapat berbeda. Saya menilai film ini cukup bagus, dan saya bisa menikmatinya. Ada beberapa alasan kenapa saya berpendapat demikian.

batman v superman review 1

Menggabungkan 3 Cerita dari Versi Kartun

Alasan pertama, sutradara Zack Snyder cukup baik dalam menggabungkan 3 cerita dari versi kartun Batman dan Superman, yaitu Dark Knight Returns (part 2), Superman: Doomsday, serta cerita dari kisah awal Batman. Bagi yang belum nonton film kartun ini, sebaiknya nonton dahulu baru komentar tentang film Batman v Superman ‘Dawn of Justice’ ini.

Sutradara Zack Snyder menurut saya cukup sukses meramu cerita dari 3 cerita film kartun tersebut, menggabungkan, dan memodifikasinya, menjadi satu cerita yang utuh, dan memasukkan unsur-unsur humanis serta menambahkan sumber-sumber konflik berbeda, yang membuat film ini jadi lebih menarik.

Tidak Menghilangkan Adegan-adegan Komikal

Aksi pertarungan yang bikin seluruh kota hancur berantakan, gedung bolong-bolong akibat Supes yang terbang menembus dinding, serta adegan-adegan aneh lainnya yang tidak masuk akal dan biasanya cuma ada di komik dan kartun, tetap dimasukkan dalam film ini. Sebagai penggemar film kartun superhero, menurut saya unsur ini sangat menarik, karena merupakan ciri khas DC yang ingin dibawa dari versi kartun dan komik ke dalam film live action.

Minim Dialog yang Tidak Penting.

“Cerita terlalu padat”, “alur terlalu cepat”, dan sejumlah komentar lainnya, menurut saya akibat tidak dimasukkannya dialog-dialog yang tidak penting ke dalam film ini. Mungkin akibat penggabungan 3 cerita yang saya sebutkan sebelumnya. Jika dialog yang tidak penting juga ikut dimasukkan, mungkin film akan menjadi sangat panjang. Selain itu, meski alur dirasa terlalu cepat, tetap masih nyambung satu sama lain.

Ssst… bulan Juli 2016 rencananya akan dirilis versi Director’s Cut dalam format DVD dan BluRay, yang sepertinya akan cukup banyak menambahkan adegan-adegan yang sudah dipotong di versi layar lebar. (SPOILER ALERT!!!) Konon, dari rumor yang beredar, dalam versi Director’s Cut ini ada adegan yang menjelaskan bagaimana Jimmy Olsen bisa menjadi agen CIA, serta adegan sebelumnya yang membuat di akhir cerita Lex Luthor berkata ke Batman “He’s coming. The bell has been rung”.

Batman yang lebih BAD ASS!!

ben affleck batman

Kalau ini bagian paling favorit saya. Bukan. Bukan Batman’s Ass, tapi Batman yang Bad Ass.

Dibandingkan dengan penokohan Batman pada film-film sebelumnya, Batman (Bruce Wayne) yang diperankan oleh Ben Affleck ini lebih keren, natural, dan lebih jagoan. Contohnya adegan (SPOILER ALERT!!!) pertarungan dengan kroco-kroco Lex Luthor. Widih, mantap bingit! Buk! Bak! Buk! Kaboom!!!Akting Ben Affleck sebagai Bruce Wayne dan Batman kali ini, menurut saya di atas rata-rata pemeran Batman sebelum-sebelumnya. Saya bayangkan kalau Batman-nya Ben Affleck ini bertemu The Joker-nya Heath Ledger dalam 1 film, pasti akan menjadi film yang luar biasa.

Nah, tentunya pembaca dan penonton punya tanggapan berbeda. Silakan dituliskan di komentar.

Bekerja online dan mengelola website. Sekarang tinggal sambil berwisata di Pulau Lombok.

No Comments

Leave a Comment