Wisata Belajar dan Bekerja Seni Kertas Bekas di The Griya Lombok

Hari ini saya mendapatkan pengalaman baru: mengisi waktu senggang untuk bersilaturahim, belajar dan sekaligus menghilangkan penat. Semua dalam 1 kunjungan.

Saya dan istri berkunjung ke tempat menarik yang bernama The Griya Lombok. Ini bukan kunjungan pertama. Saya sudah cukup sering berkunjung. Namun demikian, meski sudah berkali-kali datang ke tempat ini, saya selalu menikmati setiap inspirasi yang muncul dari setiap kunjungan.

Sejumlah produk seni kertas daur ulang di The Griya Lombok

The Griya Lombok adalah tempat produksi dan galeri display produk-produk seni, yang dibuat dari kertas bekas. 100% kertas bekas! Berlokasi di sekitar Ampenan – Mataram, tepatnya di Jl. Pantai Penghulu Agung. Sebenarnya cukup mudah menjangkau tempat ini, karena terletak tidak jauh dari pusat kota Mataram. Sayangnya, tidak banyak angkutan publik di kota ini, juga akses pejalan kaki yang kurang nyaman, sehingga jika tanpa kendaraan pribadi, akan sulit menjangkau banyak tempat menarik di sudut-sudut kota . Termasuk tempat ini.

The Griya Lombok dimiliki oleh seorang yang ramah, dan suka berbagi. Kami memanggilnya Pak Theo. Beliau adalah seorang seniman yang memiliki banyak ide-ide besar tentang pemberdayaan masyarakat, pengelolaan lingkungan, serta promosi produk seni bernilai tinggi serta memiliki cita rasa seni khas daerah. Beliau juga sempat mengutarakan impiannya mewujudkan sebuah museum khusus produk seni dari kertas bekas. “Masyarakat akan semakin tergugah kepeduliannya dengan adanya museum ini”, ujarnya.

Dalam kesempatan kunjungan kali ini, seperti biasa saya ditunjukkan banyak karya-karyanya yang sudah mendunia. Misalnya, berbagai plakat dari kertas daur ulang, yang salah satunya telah menjadi kenang-kenangan di acara AMF di Taiwan. Juga, meja-meja kokoh yang sudah banyak dipesan oleh pelancong dari Australia.

Plakat AMF buatan The Griya Lombok ini sudah dijadikan kenang-kenangan pada acara tingkat internasional

Plakat AMF buatan The Griya Lombok ini sudah dijadikan kenang-kenangan pada acara tingkat internasional

Namun, yang merupakan pengalaman baru bagi saya adalah belajar dan berkarya dengan mengerjakan sebagian pekerjaan seni Pak Theo. Sebuah kotak berukuran sedang (yang terbuat dari kertas daur ulang), sedang butuh diwarnai. Tak segan, Pak Theo langsung mencontohkan teknik mewarnai kepada saya, agar kreasi yang dihasilkan bisa memiliki warna metalik (logam, metal, emas, rustic, dll.), seperti sebagian besar produk seni yang beliau hasilkan di The Griya Lombok. Saya pun langsung mengambil alih pekerjaan, dan mulai mewarnai kotak tersebut, sesuai seperti cara yang sudah dicontohkan oleh Pak Theo.

Saya sedang mewarnai kotak berornamen seni yang terbuat dari daur ulang

Saya sedang mewarnai kotak berornamen seni yang terbuat dari daur ulang di The Griya Lombok

“Saya biasanya memilih warna metalik ini agar kesan yang timbul bagi orang-orang, adalah bahwa ini bukan sampah, tapi sebuah karya logam yang bernilai tinggi. Mereka tidak tahu bahwa sebenarnya ‘logam’ ini terbuat dari kertas”, ujar Pak Theo, mengenai alasan pemilihan warna-warna pada kreasi seni yang dibuatnya.

Ternyata, tidak terlalu sulit mewarnai produk seni ini. Saya pun merasa hanyut dalam proses pekerjaan pewarnaan ini, sehingga saya bisa menikmati tiap-tiap goresan kuas.

“Wah, menikmati bener. Seperti ada sesuatu yang pernah hilang, lalu kembali lagi”, kata Pak Theo, melihat saya bekerja.

“Ini bisa jadi model wisata baru. Stress bisa hilang dengan mengerjakan ini”, ujar saya menimpali.

Memang, ketika sedang melakukan pekerjaan mewarnai itu, saya jadi teringat cerita seorang kawan tentang desa wisata di Jawa Tengah, di mana pengunjung harus membayar sejumlah uang untuk bisa merasakan pekerjaan-pekerjaan petani, seperti membajak sawah, menanam padi, atau menggembala kerbau. Lalu, saya pun berpikir bahwa belajar dan bekerja seni di The Griya Lombok seperti yang saya lakukan ini, juga bisa menjadi salah satu bentuk wisata yang bisa dinikmati oleh pengunjung. Jadi, pengunjung tidak hanya datang dan membeli produk seni, tapi juga ikut belajar sekaligus bekerja atau praktik membuat sebuah kerajinan seni kertas daur ulang. Akan banyak hal positif yang bisa didapatkan sekaligus: pengalaman dan pengetahuan baru, mengerti dan peduli tentang pengelolaan lingkungan, bekerja seni, sekaligus menghilangkan penat.

Hasil pekerjaan mewarnai produk seni kertas bekas (kertas daur ulang) yang saya lakukan

Hasil pekerjaan mewarnai produk seni kertas bekas (kertas daur ulang) yang saya lakukan

Tidak butuh waktu lama, hasil pewarnaan yang saya lakukan pun selesai.

Sepulang dari sana, istri saya mendapat sebuah kenang-kenangan berupa plakat bertuliskan nama blog istri saya. Kebetulan, istri saya pernah menuliskan tentang The Griya Lombok ini di blognya, yang ternyata cukup banyak mendapat apresiasi dari banyak orang.

Plakat kenang-kenangan dari The Griya Lombok

Plakat kenang-kenangan dari The Griya Lombok

Terimakasih kepada Pak Theo dan The Griya Lombok, atas inspirasi dan pengalaman baru yang diberikan hari ini. Pengalaman ini benar-benar membuat hari ini menjadi hari yang berkualitas bagi saya dan istri.

Semoga akan bermunculan orang-orang lainnya seperti Pak Theo dan The Griya Lombok, yang dengan kreativitasnya memberikan contoh nyata dan menyenangkan tentang penyelamatan lingkungan. Semoga pula, kegiatan seperti ini mendapat respon positif dan dukungan dari berbagai pihak, sehingga ide-ide besar yang lahir di balik adanya The Griya Lombok bisa segera diwujudkan.

Galeri Foto

Bekerja online dan mengelola website. Sekarang tinggal sambil berwisata di Pulau Lombok.

No Comments

Leave a Comment